VISI MISI SERTA TUJUAN ISBD
VISI ISBD
Berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman dan kesederajatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.
MISI ISBD
Memberikan landasan dan wawasan yang luas serta menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman dan kesederajatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan mahluk sosial yang beradab serta bertanggung jawab terhadap sumber daya dan lingkungannya.
TUJUAN ISBD
1.Mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman dan kesederajatan manusia sebagai individu dan mahluk sosial dalam kehidupan masyarakat
2.Menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman dan kesederajatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat
3.Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi hidup bermasyarakat, selaku individu dan mahluk sosial yang beradab dalam mempraktikan pengetahuan akademik dan keahliannya.
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD) Jurusan Pendidikan Matematika STKIP Garut Kelas 1B Dosen Pengampu: Drs. Ana Maulana, M.Pd. Memang baik menjadi orang penting. Tetapi lebih penting menjadi orang baik.
Sabtu, 11 Juni 2011
HAKEKAT DAN RUANG LINGKUP MBB ISBD
ISBD sebagai integrasi ISD dan IBD memberikan dasar-dasar pengetahuan sosial dan konsep-konsep budaya kepada mahasiswa sehingga mampu mengkaji masalah sosial kemanusiaan dan budaya. Itu semua akan mencerminkan mahasiswa yang peka, tanggap, kritis serta berempati atas solusi pemecahan masalah sosial dan budaya secara arif.
ISBD sebagai kajian masalah sosial, kemanusiaan dan budaya sekaligus pula member dasar pendekatan yang bersumber dari dasar-dasar ilmu sosial yang terintegrasi. ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri, melainkan hanyalah suatu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya, dan masalah-masalah yang terwujud daripadanya.
ISBD adalah salah satu mata kuliah umum yang termasuk pada kelompok mata kuliah kehidupan bermasyarakat (MBB) mengenai pengembangan kepribadian dan wawasan sosial budaya dalam menanggapi dan memecahkan masalah sosial budaya dan kemasyarakatan yang timbul pada masyarakat.
Kompetensi MBB disini diharapkan :
• Mahasiswa menguasai kemampuan berfikir rasional, berwawasan luas, berjiwa besar sebagai manusia intelektual, beradab dan bermartabat yang bertanggung jawab terhadap : terwujudnya estetika, etika dan moral atau nilai-nilai budaya bagi keteraturan, kebersamaan dan kesejahteraan hidup bermasyarakat, terpeliharanya sumber daya alam dan lingkungannya.
Ada 4 landasan yang menjadi hakekat mengapa ISBD perlu diajarkan diperguruan tinggi umum :
1. 1. Landasan Historis
2. 2. Landasan Filosofis
3. 3. Landasan Yuridis Formal
1. 4. Landasan Pedagogis.
ISBD sebagai kajian masalah sosial, kemanusiaan dan budaya sekaligus pula member dasar pendekatan yang bersumber dari dasar-dasar ilmu sosial yang terintegrasi. ISBD bukanlah suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri, melainkan hanyalah suatu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling dasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya, dan masalah-masalah yang terwujud daripadanya.
ISBD adalah salah satu mata kuliah umum yang termasuk pada kelompok mata kuliah kehidupan bermasyarakat (MBB) mengenai pengembangan kepribadian dan wawasan sosial budaya dalam menanggapi dan memecahkan masalah sosial budaya dan kemasyarakatan yang timbul pada masyarakat.
Kompetensi MBB disini diharapkan :
• Mahasiswa menguasai kemampuan berfikir rasional, berwawasan luas, berjiwa besar sebagai manusia intelektual, beradab dan bermartabat yang bertanggung jawab terhadap : terwujudnya estetika, etika dan moral atau nilai-nilai budaya bagi keteraturan, kebersamaan dan kesejahteraan hidup bermasyarakat, terpeliharanya sumber daya alam dan lingkungannya.
Ada 4 landasan yang menjadi hakekat mengapa ISBD perlu diajarkan diperguruan tinggi umum :
1. 1. Landasan Historis
2. 2. Landasan Filosofis
3. 3. Landasan Yuridis Formal
1. 4. Landasan Pedagogis.
KONSEP PENDIDIKAN UMUM DI INDONESIA
System pendidikan modern cenderung mengarah pada suatu proses dehumanisasi. Ditandai oleh penajaman kajian keilmuan atau spesialisasi berlebihan dalam bidang-bidang tertentu. Maka system pendidikannya cenderung hanya memahami manusia pada satu aspek tertentu saja, sedangkan aspek-aspek lainnya diabaikan.
Pendidikan seperti ini menghasilkan para lulusan yang pola piker, pola hidup bersifat materialistis dan perilaku mekanistik. Mereka menjadi suatu generasi yang miskin akan nilai-nilai kemanusiaan yang hakiki. Sangat menghawatirkan generasi depan. Mereka masuk ke dalam persaingan global dengan menghalalkan segala cara demi mencapai kesuksesan material semata.
Gambaran kecenderungan dunia pendidikan tinggi dewasa ini sangat mementingkan pengembangan spesialisasi, sementara pengembangan nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal nyaris terabaikan. Maka anak didik perlu dibekali suatu kemampuan untuk memahami, memaknai dan mengamalkan nilai-nilai universal.
Konsep pendidikan umum di Indonesia berangkat dari UU no 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional. Berdasarkan dari tujuan pendidikan nasional, kurikulum pendidikan nasional Indonesia selalu memuat nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan secara terintegrasi. Untuk ditingkat perguruan tinggi di sebut mata kuliah dasar umum (MKDU) yaitu sekelompok mata kuliah yang memberikan landasan dalam pengembangan dunia spesialisnya masing-masing.
MKDU dirubah menjadi MPK dan MBB. Kedua kelompok bidang studi ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran mahasiswa perguruan tinggi Indonesia dalam pencapaian tujuan utama pendidikan nasional, yaitu membentuk kepribadian utuh melalui proses pembelajaran secara terintegrasi dengan menggunakan pendekatan multi atau interdisipliner. Dalam konsep di Amerika disebut General Education.
Sumber bacaan : Dr. Syahdin, dalam pelatihan dosen ISBD Kopertis Wilayah IV
Pendidikan seperti ini menghasilkan para lulusan yang pola piker, pola hidup bersifat materialistis dan perilaku mekanistik. Mereka menjadi suatu generasi yang miskin akan nilai-nilai kemanusiaan yang hakiki. Sangat menghawatirkan generasi depan. Mereka masuk ke dalam persaingan global dengan menghalalkan segala cara demi mencapai kesuksesan material semata.
Gambaran kecenderungan dunia pendidikan tinggi dewasa ini sangat mementingkan pengembangan spesialisasi, sementara pengembangan nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal nyaris terabaikan. Maka anak didik perlu dibekali suatu kemampuan untuk memahami, memaknai dan mengamalkan nilai-nilai universal.
Konsep pendidikan umum di Indonesia berangkat dari UU no 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional. Berdasarkan dari tujuan pendidikan nasional, kurikulum pendidikan nasional Indonesia selalu memuat nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan secara terintegrasi. Untuk ditingkat perguruan tinggi di sebut mata kuliah dasar umum (MKDU) yaitu sekelompok mata kuliah yang memberikan landasan dalam pengembangan dunia spesialisnya masing-masing.
MKDU dirubah menjadi MPK dan MBB. Kedua kelompok bidang studi ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran mahasiswa perguruan tinggi Indonesia dalam pencapaian tujuan utama pendidikan nasional, yaitu membentuk kepribadian utuh melalui proses pembelajaran secara terintegrasi dengan menggunakan pendekatan multi atau interdisipliner. Dalam konsep di Amerika disebut General Education.
Sumber bacaan : Dr. Syahdin, dalam pelatihan dosen ISBD Kopertis Wilayah IV
KONSEP GENERAL EDUCATION
KONSEP GENERAL EDUCATION
A. Pengertian General Education
General Education adalah Pendidikan yang berkenaan dengan pengembangan keseluruhan kepribadian seseorang dalam kaitannya dengan masyarakat dan lingkungan hidupnya. Bisa juga disebut program pendidikan yang membina dan mengembangkan seluruh aspek kepribadian siswa dan mahasiswa.
Pendidikan Umum:
Merupakan pendidikan yang komprehensif, yaitu mendidik kepala, hati dan tangan
(sasaran yang disentuh : rasio, rasa dan tingkah laku)
B. Latar Belakang Lahirnya General Education
Reaksi terhadap kecenderungan masyarakat modern yang mendewakan produk teknologi dan cenderung mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan sebagai akibat dari produk sistem pendidikan modern yang sekular, yaitu pendidikan yang mementingkan pengembangan spesialisasi, sementara pengembangan nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal nyaris terabaikan.
1. Di luar negri (khususnya di Amerika)
Laporan lima puluh tahunan dari Nation Society for the study of education tahun 1958, program studi general education di Amerika, dilatarbelakangi oleh empat hal, yaitu :
Sebagai reaksi masyarakat terhadap spesialisasi keilmuan yang berlebihan, dimana para spesialis telah mendewakan hasil-hasil temuannya yang menakjubkan, sementara mereka lupa pada nilai-nilai esensial kemanusiaannya.
Sebagai reaksi terhadap kepincangan penguasaan minat-minat khusus dengan perolehan peradaban yang lebih luas
Sebagai reaksi terhadap pengkotak-kotakan kurikulum dan pecahnya pengalaman belajar siswa
Sebagai reaksi terhadap formalism dalam pendidikan liberal.
Pada abad 20 di Amerika dan Eropa, hasil analisis mereka berkesimpulan bahwa sistem pendidikan modern telah menghasilkan para saintis dan teknokrat yang handal tapi tidak melahirkan para lulusan yang memiliki integritas kepribadian yang matang.
Padahal menurut Philip H. Phenix (1964:6), enam pola makna esensial bagi segenap mahasiswa :
Makna symbolycs, yaitu kemampuan berbahasa dan berhitung
Makna empirics, yaitu kemampuan untuk memaknai benda-benda melalui proses penjelajahan dan penyelidikan empiris
Makna esthetics, yaitu kemampuan memaknai keindahan seni dan fenomena alam
Makna ethics, yaitu kemampuan memaknai baik dan buruk
Makna synoetics, yakni kemampuan berfikir logis, rasional sehingga dapat memaknai benar dan salah
Makna synoptic, yaitu kemampuan untuk beragama atau berfilsafat
Keenam pola makna di atas dikemas dalam bentuk General Education (pendidikan umum). Philip H. Phenix juga merumuskan Tujuan Pendidikan Umum itu, yaitu:
A complete person should be skilled in the use of speech, symbol and gesture, factually well informed, capale of creating and apresiating object of esthetic significance, endowed with a rich and disciplined life in relation to self and others, able to make wise decision and to judge between right and wrong and possed of an integral out look. Yang artinya manusia yang memiliki kemampuan dalam menggunakan kata-kata, symbol, isyarat, dapat menerima informasi factual, dapat melakukan dan mengapresiasikan objek-objek seni, memiliki kemampuan dan disiplin hidup dalam hubungan dengan dirinya maupun orang lain, cakap dalam mengambil keputusan yang bijaksana, dapat mempertimbangkan antara yang benar dan yang salah serta memiliki pandangan yang integral.
2. di Indonesia
Global Impact
Dalam global imfact ini, masyarakat harus memiliki filter dari semua pengaruh faktor-faktor di atas. Gambar lingkaran pada masyarakat menunjukan filter terhadap pengaruh faktor-faktor itu.
Filter dalam masyarakat dapat berupa:
Landasan Rohani bangsa
Landasan filsafat (pancasila)
Landasan histories (sebagai pengingat).
General Education / Pendidikan Umum yang ada di Amerika telah dikolaborasi oleh para ahli pendidikan di Indonesia menjadi studi/mata kuliah yang dulu disebut MKDU. MKDU di bagi menjadi dua kelompok yaitu :
1. MPK (Mata kuliah Pengembangan Kepribadian yang meliputi : Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama dan Pendidkan Kewiraaan Nasional). Ada 3 misi utama MPK: 1) Transfer of Knowledge, 2) Transfer of Culture, dan 3) Transfer of Value
2. MBB (Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat yang meliputi mata kuliah ISD, IBD dan IAD) dan IBD dan ISD melebur menjadi mata kuliah ISBD.
Kelompok bahan kajian dan pelajaran ini untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. (agama, ISBD, Pancasila)
Kelemahan hasil pendidikan modern, yaitu: telah menghasilkan saintis dan teknokrat yang handal tetapi tidak memiliki integritas kepribadian yang matang.
Sistem pendidikan sekuler, ditandai oleh penajaman kajian keilmuan atau spesialisasi yang berlebihan. Pelaksanaan sistem pendidikan cenderung hanya memahami manusia pada aspek tertentu saja, aspek-aspek yang lainnya diabaikan, yang hasilnya berpengaruh pada pola pikir, pola sikap, pola hidup dan perilaku.
A. Pengertian General Education
General Education adalah Pendidikan yang berkenaan dengan pengembangan keseluruhan kepribadian seseorang dalam kaitannya dengan masyarakat dan lingkungan hidupnya. Bisa juga disebut program pendidikan yang membina dan mengembangkan seluruh aspek kepribadian siswa dan mahasiswa.
Pendidikan Umum:
Merupakan pendidikan yang komprehensif, yaitu mendidik kepala, hati dan tangan
(sasaran yang disentuh : rasio, rasa dan tingkah laku)
B. Latar Belakang Lahirnya General Education
Reaksi terhadap kecenderungan masyarakat modern yang mendewakan produk teknologi dan cenderung mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan sebagai akibat dari produk sistem pendidikan modern yang sekular, yaitu pendidikan yang mementingkan pengembangan spesialisasi, sementara pengembangan nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal nyaris terabaikan.
1. Di luar negri (khususnya di Amerika)
Laporan lima puluh tahunan dari Nation Society for the study of education tahun 1958, program studi general education di Amerika, dilatarbelakangi oleh empat hal, yaitu :
Sebagai reaksi masyarakat terhadap spesialisasi keilmuan yang berlebihan, dimana para spesialis telah mendewakan hasil-hasil temuannya yang menakjubkan, sementara mereka lupa pada nilai-nilai esensial kemanusiaannya.
Sebagai reaksi terhadap kepincangan penguasaan minat-minat khusus dengan perolehan peradaban yang lebih luas
Sebagai reaksi terhadap pengkotak-kotakan kurikulum dan pecahnya pengalaman belajar siswa
Sebagai reaksi terhadap formalism dalam pendidikan liberal.
Pada abad 20 di Amerika dan Eropa, hasil analisis mereka berkesimpulan bahwa sistem pendidikan modern telah menghasilkan para saintis dan teknokrat yang handal tapi tidak melahirkan para lulusan yang memiliki integritas kepribadian yang matang.
Padahal menurut Philip H. Phenix (1964:6), enam pola makna esensial bagi segenap mahasiswa :
Makna symbolycs, yaitu kemampuan berbahasa dan berhitung
Makna empirics, yaitu kemampuan untuk memaknai benda-benda melalui proses penjelajahan dan penyelidikan empiris
Makna esthetics, yaitu kemampuan memaknai keindahan seni dan fenomena alam
Makna ethics, yaitu kemampuan memaknai baik dan buruk
Makna synoetics, yakni kemampuan berfikir logis, rasional sehingga dapat memaknai benar dan salah
Makna synoptic, yaitu kemampuan untuk beragama atau berfilsafat
Keenam pola makna di atas dikemas dalam bentuk General Education (pendidikan umum). Philip H. Phenix juga merumuskan Tujuan Pendidikan Umum itu, yaitu:
A complete person should be skilled in the use of speech, symbol and gesture, factually well informed, capale of creating and apresiating object of esthetic significance, endowed with a rich and disciplined life in relation to self and others, able to make wise decision and to judge between right and wrong and possed of an integral out look. Yang artinya manusia yang memiliki kemampuan dalam menggunakan kata-kata, symbol, isyarat, dapat menerima informasi factual, dapat melakukan dan mengapresiasikan objek-objek seni, memiliki kemampuan dan disiplin hidup dalam hubungan dengan dirinya maupun orang lain, cakap dalam mengambil keputusan yang bijaksana, dapat mempertimbangkan antara yang benar dan yang salah serta memiliki pandangan yang integral.
2. di Indonesia
Global Impact
Dalam global imfact ini, masyarakat harus memiliki filter dari semua pengaruh faktor-faktor di atas. Gambar lingkaran pada masyarakat menunjukan filter terhadap pengaruh faktor-faktor itu.
Filter dalam masyarakat dapat berupa:
Landasan Rohani bangsa
Landasan filsafat (pancasila)
Landasan histories (sebagai pengingat).
General Education / Pendidikan Umum yang ada di Amerika telah dikolaborasi oleh para ahli pendidikan di Indonesia menjadi studi/mata kuliah yang dulu disebut MKDU. MKDU di bagi menjadi dua kelompok yaitu :
1. MPK (Mata kuliah Pengembangan Kepribadian yang meliputi : Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama dan Pendidkan Kewiraaan Nasional). Ada 3 misi utama MPK: 1) Transfer of Knowledge, 2) Transfer of Culture, dan 3) Transfer of Value
2. MBB (Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat yang meliputi mata kuliah ISD, IBD dan IAD) dan IBD dan ISD melebur menjadi mata kuliah ISBD.
Kelompok bahan kajian dan pelajaran ini untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. (agama, ISBD, Pancasila)
Kelemahan hasil pendidikan modern, yaitu: telah menghasilkan saintis dan teknokrat yang handal tetapi tidak memiliki integritas kepribadian yang matang.
Sistem pendidikan sekuler, ditandai oleh penajaman kajian keilmuan atau spesialisasi yang berlebihan. Pelaksanaan sistem pendidikan cenderung hanya memahami manusia pada aspek tertentu saja, aspek-aspek yang lainnya diabaikan, yang hasilnya berpengaruh pada pola pikir, pola sikap, pola hidup dan perilaku.
PENGERTIAN ILMU SOSIAL DAN ILMU BUDAYA
Ilmu Sosial Budaya Dasar 2011
MATERI ISBD PADA PERTEMUAN TGL 1 MATER 2011
PENGERTIAN ILMU SOSIAL DAN ILMU BUDAYA
Dari semua ilmu pengetahuan adalah filsafat ( philosophia ).
Dari filsafat lahir tiga cabang ilmu pengetahuan :
Natural science ( ilmu ilmu alam meliputi : biologi, fisika, kimia, dll )
Social science ( ilmu ilmu social meliputi : sejarah, politik, ekonomi, dll )
Humanities ( ilmu ilmu budaya meliputi : bahasa, agama, kesenian, dll ).
Ilmu social dinamakan demikian karena ilmu tersebut mengambil masyarakat atau kehidupan bersama sebagai objek yang dipelajarinya. Objek social science adalah manusia sedangkan untuk membedakan antara ilmu – ilmu social adalah focus of interest ( pusat perhatian ). Misalnya : ilmu ekonomi yang menjadi pusat yang dipelajarinya adalah usaha – usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan materilnya dari bahan bahan yang terbatas ketersediannya, ilmu politik pusat perhatiannya mengenal kekuasaan manusia dst. Ilmu budaya adalah suatu ilmu pengetahuan mengenal aspek – aspek yang paling mendasar dalam kehidupan manusia sebagai makhluk berbudaya ( homohumanus ). Dan masalah – masalah yang menyertainnya, sering disebut sebagai humanities yang merupakan pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang konsep yang dapat digunakan untuk masalah - masalah manusia dan kebudayaan. Dalam UU No.20 Tahun 2003 yang mengatur tentang fungsi dari pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sedangkan tujuan dari Pendidikan Nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Dalam penyelenggaraan pendidikan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, menjunjung tinggi HAM, nilai keagamaan, nilai cultural dan kemajuan bangsa sebagai suatu kesatuan yang sistematik dengan system terbuka dan multi makna, suatu proses pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat dengan member keteladanan, membangun kemauan, mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Tanggungjawab pendidikan masa depan tidak hanya meneruskan nilai – nilai, mentransfer iptek semata tetapi juga melahirkan warga Negara berkesadaran tinggi tentang bangsa dan kemanusiaan. Namun juga mempersiapkan tenaga kerja professional, kompetitif, produktif dalam konteks kehidupan yang dinamis. Serta mengubah system berfikir, sikap, hidup dan perilaku berkarya individu maupun kelompok dalam rangka memprakarsai perubahan social dan mendorong perubahan ke arah kemajuan, adil dan bebas.
KONSEP PENDIDIKAN UMUM
( General Education )
MATERI ISBD PADA PERTEMUAN TGL 1 MATER 2011
PENGERTIAN ILMU SOSIAL DAN ILMU BUDAYA
Dari semua ilmu pengetahuan adalah filsafat ( philosophia ).
Dari filsafat lahir tiga cabang ilmu pengetahuan :
Natural science ( ilmu ilmu alam meliputi : biologi, fisika, kimia, dll )
Social science ( ilmu ilmu social meliputi : sejarah, politik, ekonomi, dll )
Humanities ( ilmu ilmu budaya meliputi : bahasa, agama, kesenian, dll ).
Ilmu social dinamakan demikian karena ilmu tersebut mengambil masyarakat atau kehidupan bersama sebagai objek yang dipelajarinya. Objek social science adalah manusia sedangkan untuk membedakan antara ilmu – ilmu social adalah focus of interest ( pusat perhatian ). Misalnya : ilmu ekonomi yang menjadi pusat yang dipelajarinya adalah usaha – usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan materilnya dari bahan bahan yang terbatas ketersediannya, ilmu politik pusat perhatiannya mengenal kekuasaan manusia dst. Ilmu budaya adalah suatu ilmu pengetahuan mengenal aspek – aspek yang paling mendasar dalam kehidupan manusia sebagai makhluk berbudaya ( homohumanus ). Dan masalah – masalah yang menyertainnya, sering disebut sebagai humanities yang merupakan pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang konsep yang dapat digunakan untuk masalah - masalah manusia dan kebudayaan. Dalam UU No.20 Tahun 2003 yang mengatur tentang fungsi dari pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sedangkan tujuan dari Pendidikan Nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Dalam penyelenggaraan pendidikan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, menjunjung tinggi HAM, nilai keagamaan, nilai cultural dan kemajuan bangsa sebagai suatu kesatuan yang sistematik dengan system terbuka dan multi makna, suatu proses pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat dengan member keteladanan, membangun kemauan, mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Tanggungjawab pendidikan masa depan tidak hanya meneruskan nilai – nilai, mentransfer iptek semata tetapi juga melahirkan warga Negara berkesadaran tinggi tentang bangsa dan kemanusiaan. Namun juga mempersiapkan tenaga kerja professional, kompetitif, produktif dalam konteks kehidupan yang dinamis. Serta mengubah system berfikir, sikap, hidup dan perilaku berkarya individu maupun kelompok dalam rangka memprakarsai perubahan social dan mendorong perubahan ke arah kemajuan, adil dan bebas.
KONSEP PENDIDIKAN UMUM
( General Education )
Minggu, 15 Mei 2011
Membaca Karakter Seseorang dari Tulisannya
Pernah terpikir atau tidak
bahwa dari tulisan tangan
pada kertas ataupun buku
dapat terbacakarakter
seseorang. Gaya tulisan
tersebut berasal dari alam
bawah sadar, makanya
dengan tulisan tangan
tersebut kita dapat
mengetahui berbagai
perasaan emosi dari
penulisnya. Membaca
karakter seseorang dari
tulisan tangannya tersebut
disebut ilmu Grafologi. Agar
lebih singkat yuk ikutiTips
Membaca Karakter Seseorang
Dari Tulisan Tangan berikut
ini :
Ada dua metode untuk menilai
karakter dan kepribadian
lewat ilmu ini, yaitu teknik
Jerman dan teknik Perancis.
Metode Jerman dengan cara
melihat secara keseluruhan
tulisan seseorang. Sedangkan
pada Metode Perancis
cenderung menganalisa per
huruf lalu digabungkan.
Seorang pemula biasanya
mempelajari Metode Perancis
terlebih dahulu.
Kemiringan Huruf
Ke kanan = ekspresif,
emosional
Tegak = menahan diri, emosi
sedang
Ke kiri = menutup diri
Ke segala arah dalam 1
kalimat = tidak konsisten
Ke segala arah dalam 1 kata
= ada masalah dengan
kepribadiannya
Bentuk umum huruf-huruf
Bulat atau melingkar = alami,
easygoing
Bersudut tajam = agresif, to
the point, energi kuat
Bujursangkar = realistis,
praktek berdasar pengalaman
Coretan tak beraturan =
artistik, tidak punya standar
Huruf-huruf bersambung atau
tidak
Bersambung seluruhnya =
sosial, suka bicara dan
bertemu dengan orang banyak
Sebagian bersambung
sebagian lepas = pemalu,
idealis yang agak sulit
membina hubungan (terlebih
hubungan spesial).
Lepas seluruhnya = berpikir
sebelum bertindak, cerdas,
seksama
Spasi antar kata
Berjarak tegas = suka
berbicara (mungkin orang
yang selalu sibuk?)
Rapat/Seolah tidak berjarak =
tidak sabaran, percaya diri
dan cepat bertindak
Jarak vertikal antar baris
tulisan
Sangat jauh = terisolasi,
menutup diri, bahkan mungkin
anti sosial
Cukup berjarak sehingga
huruf di baris atas tidak
bersentuhan dengan baris di
bawahnya = boros, suka
bicara
Berjarak rapat sehingga ujung
bawah huruf‘y’, ‘g’,
menyentuh ujung atas huruf
‘h’, ‘t’ = organisator yang baik
Interpretasi huruf ‘t’
Letak palang (-) pada kail ‘t’
- Cenderung ke kiri = pribadi
waspada, tidak mudah
percaya
- Tepat di tengah = pribadi
yang kurang orisinil tapi
sangat bertanggung jawab
- Cenderung ke kanan =
pribadi handal, teliti, mampu
memimpin
Panjang kail ‘t’ menunjukkan
kemampuan potensial untuk
mencapai target.
Tinggi-rendah palang (-) pada
kail‘t’
- Rendah = setting target lebih
rendah dari kemampuan
sebenarnya (kurang percaya
diri atau pemalas)
- Tinggi = setting target tinggi
tapi juga diimbangi oleh
kemampuan
- Di atas kail = setting target
lebih tinggi dibanding
kemampuan
Arah tulisan pada kertas
Naik/menanjak = energik,
optimis, tegas
Tetap/lurus = perfeksionis,
sulit bergaul
Turun = seorang yang
tertekan atau lelah,
kemungkinan menutup diri
Tekanan saat menulis
Makin kuat tekanan, makin
besar intensitas emosional
penulisnya.
Ukuran huruf
Makin kecil huruf yang ditulis,
maka makin besar tingkat
konsenterasi si penulis, begitu
pula sebaliknya.
Sedikit tentang huruf “O”
- Adanya rahasia ditunjukkan
oleh lingkaran kecil pada
huruf“O”
- Kebohongan ditunjukkan
oleh lingkaran huruf“O” yang
mengarah ke kanan
Coba de pelajari Tips
Membaca Karakter Seseorang
Dari Tulisan Tangantersebut
pelan2 mulai dari keluarga
dan coba cocokan. siapa tahau
ntar jadi ahli Membaca
Karakter Seseorang Dari
Tulisan Tangan
bahwa dari tulisan tangan
pada kertas ataupun buku
dapat terbacakarakter
seseorang. Gaya tulisan
tersebut berasal dari alam
bawah sadar, makanya
dengan tulisan tangan
tersebut kita dapat
mengetahui berbagai
perasaan emosi dari
penulisnya. Membaca
karakter seseorang dari
tulisan tangannya tersebut
disebut ilmu Grafologi. Agar
lebih singkat yuk ikutiTips
Membaca Karakter Seseorang
Dari Tulisan Tangan berikut
ini :
Ada dua metode untuk menilai
karakter dan kepribadian
lewat ilmu ini, yaitu teknik
Jerman dan teknik Perancis.
Metode Jerman dengan cara
melihat secara keseluruhan
tulisan seseorang. Sedangkan
pada Metode Perancis
cenderung menganalisa per
huruf lalu digabungkan.
Seorang pemula biasanya
mempelajari Metode Perancis
terlebih dahulu.
Kemiringan Huruf
Ke kanan = ekspresif,
emosional
Tegak = menahan diri, emosi
sedang
Ke kiri = menutup diri
Ke segala arah dalam 1
kalimat = tidak konsisten
Ke segala arah dalam 1 kata
= ada masalah dengan
kepribadiannya
Bentuk umum huruf-huruf
Bulat atau melingkar = alami,
easygoing
Bersudut tajam = agresif, to
the point, energi kuat
Bujursangkar = realistis,
praktek berdasar pengalaman
Coretan tak beraturan =
artistik, tidak punya standar
Huruf-huruf bersambung atau
tidak
Bersambung seluruhnya =
sosial, suka bicara dan
bertemu dengan orang banyak
Sebagian bersambung
sebagian lepas = pemalu,
idealis yang agak sulit
membina hubungan (terlebih
hubungan spesial).
Lepas seluruhnya = berpikir
sebelum bertindak, cerdas,
seksama
Spasi antar kata
Berjarak tegas = suka
berbicara (mungkin orang
yang selalu sibuk?)
Rapat/Seolah tidak berjarak =
tidak sabaran, percaya diri
dan cepat bertindak
Jarak vertikal antar baris
tulisan
Sangat jauh = terisolasi,
menutup diri, bahkan mungkin
anti sosial
Cukup berjarak sehingga
huruf di baris atas tidak
bersentuhan dengan baris di
bawahnya = boros, suka
bicara
Berjarak rapat sehingga ujung
bawah huruf‘y’, ‘g’,
menyentuh ujung atas huruf
‘h’, ‘t’ = organisator yang baik
Interpretasi huruf ‘t’
Letak palang (-) pada kail ‘t’
- Cenderung ke kiri = pribadi
waspada, tidak mudah
percaya
- Tepat di tengah = pribadi
yang kurang orisinil tapi
sangat bertanggung jawab
- Cenderung ke kanan =
pribadi handal, teliti, mampu
memimpin
Panjang kail ‘t’ menunjukkan
kemampuan potensial untuk
mencapai target.
Tinggi-rendah palang (-) pada
kail‘t’
- Rendah = setting target lebih
rendah dari kemampuan
sebenarnya (kurang percaya
diri atau pemalas)
- Tinggi = setting target tinggi
tapi juga diimbangi oleh
kemampuan
- Di atas kail = setting target
lebih tinggi dibanding
kemampuan
Arah tulisan pada kertas
Naik/menanjak = energik,
optimis, tegas
Tetap/lurus = perfeksionis,
sulit bergaul
Turun = seorang yang
tertekan atau lelah,
kemungkinan menutup diri
Tekanan saat menulis
Makin kuat tekanan, makin
besar intensitas emosional
penulisnya.
Ukuran huruf
Makin kecil huruf yang ditulis,
maka makin besar tingkat
konsenterasi si penulis, begitu
pula sebaliknya.
Sedikit tentang huruf “O”
- Adanya rahasia ditunjukkan
oleh lingkaran kecil pada
huruf“O”
- Kebohongan ditunjukkan
oleh lingkaran huruf“O” yang
mengarah ke kanan
Coba de pelajari Tips
Membaca Karakter Seseorang
Dari Tulisan Tangantersebut
pelan2 mulai dari keluarga
dan coba cocokan. siapa tahau
ntar jadi ahli Membaca
Karakter Seseorang Dari
Tulisan Tangan
Sabtu, 09 April 2011
Mencintai atau Dicintai ???
Dipagi yang basah, sehabis
hujan.
Lagi-lagi senantiasa tergelitik
dengan pertanyaan teman, hehe.
Kali ini yang ingin ku diskusikan
lebih lanjut adalah tentang pertanyaan teman aku tadi. Agak-agak menarik
pembahasannya. Secara
ngebahas soal cinta. Halah,
emang gak ada habisnya kalo
bahas yang satu ini.
Pertanyaan yang sederhana
memang, namun butuh sesuatu
yang istimewa untuk
menjawabnya. Aku kutip
sedikit pertanyaan Icha.
“cha : kalo d.suruh milih
mending dicintai atau
mencintai ?? (pertanyaan
klasik , tapi saya pun belum
menemukan jawabannya) ”
Kalian tertarik untuk
menjawabnya??? (di
monggokan,hehe)
seperti pada note Icha,
Kujawab: “aku lebih memilih
mencintai”,
mungkin dianggap sedikit
berani (ceileeee …:P). betapa
tidak, karena orang lain lebih
banyak memilih atau menuntut
untuk dicintai. Mungkin orang-
orang tersebut menganggap
dicintai itu “lebih merasa
aman” “lebih merasa dihargai”
“lebih merasa disayang” “lebih
merasa diperhatikan” dan
“lebih-lebih yang lainnya”. Gak
salah, karena memang fitrah
manusia, apalagi kalo
perempuan, biasanya memang
lebih ingin dicintai, disayang
dan diperhatikan (aku kan
perempuan jadi tau banget apa
yang diinginkan hati seorang
perempuan, halah!). dan ini
yang menjadi alasan kenapa
aku lebih memilih untuk
mencintai “karena terlalu
banyak orang yang memilih
dan berharap lebih dicintai.
Nah, kalo gak ada yang
mencintai, apa mungkin ada
yang dicintai ?” alasanku yang
lain adalah hanya dengan
mencintai kita belajar apa itu
ketulusan. Hanya dengan
mencintai kita belajar apa itu
keikhlasan. Hanya dengan
mencintai kita belajar apa itu
memberi.
Dan karena bagiku, mencintai
adalah memberi. Titik segede
bola+stadionna+tempat
parkirna dugi ka pagerna :P.
Kalo mencintai adalah
memberi maka dicintai adalah
diberi (merunut pada kalimat
aktif dan pasif). Dan Bukankah
tangan diatas lebih baik dari
tangan dibawah???
(ungkapannya gak nyambung
kali ya …haha. Tapi kira-kira
begitulah ^.^).
Wajarnya sebagai manusia
adalah ketika kita mencintai,
selalu saja ada harap untuk
dicintai. Wajar. Sekali lagi
wajar. Tapi hal yang perlu
diingat, dicintai adalah efek
dari mencintai. Hanya efek.
Seperti kita menanam
kebaikan maka yang akan kita
dapat adalah kebaikan pula.
Dan hanya Allah yang akan
membalas setiap kebaikan
kita. Dan Allah yang akan
membalas setiap perasaan
cinta kita.
Percayalah, banyak diluar sana
yang membutuhkan cinta dan
kasih sayang kita. Ada anak-
anak jalanan, orang fakir
miskin, anak-anak yatim piatu.
So, masihkah gak memilih
untuk mencintai???
Emm…tapi tadi pembahasan
mencintai dan dicintai di note
Icha ada sedikit
kepembahasan soal jodoh
(wah, kayaknya lebih menarik
lagi, haha).
Kalo soal jodoh aku lebih
memilih sikap apatis dari
memilih mencintai ato
dicintai.
Karena bagiku agak sedikit tak
penting (walaupun kadang hal
itu tak bisa diabaikan oleh
hatiku yang sering berada pada
titik terlemah), apakah jodoh
kita adalah orang yang kita
cintai tapi dia tidak mencintai
kita? Apakah jodoh kita adalah
orang yang tidak kita cintai
tapi dia mencintai kita? Apakah
jodoh kita adalah orang yang
kita cintai dan mencintai kita?
Sekali lagi itu jadi hal yang
sedikit tak penting. Karena
setelah Allah menghalalkan
dia untuk kita, kewajiban kita
adalah mencintai. Senantiasa
belajar mencintai pasangan
hidup kita lalu menjaganya.
Terlepas apakah kita pernah
mencintainya atau tidak
sebelum pernikahan.
Sebelum mengakhiri note ini
ingin ku katakana sesuatu yang
indah (semoga begitu, hehe)
mau kah kutunjukan sesuatu
yang indah???
Mencintailah dalam diam.
biarkan hatimu dan Allah saja
yang tau bagaimana kamu
mencintainya. titipkan saja
segala rasa dan derap hatimu
padaNya. titipkan saja segala
pengharapanmu akannya pada
Allah. cukup ini jadi rahasia
hatimu dan Allah. tak perlu dia
ataupun oranglain tau rahasia
ini. percayalah. jika kamu bisa
melewati ini, semua akan indah
pada waktunya. Sampai kelak
dia halal bagimu, namun jika
Allah mentakdirkan oranglain
sebagai pendamping hidupmu,
percayalah itu yang terbaik
bagimu. Karena Allah lebih tau
mana yang terbaik bagimu.
Serahkan saja semua padaNya.
Dan jika cinta itu tetap dalam
fitrahnya hingga kalian mati,
maka kalian mati syahid.
Insaallah …
waalahualambissawab…
maka mencintailah dengan
cinta yang paling sempurna,
dengan cinta paling istimewa,
dengan cinta paling indah.
Mencintailah karena Allah.
hujan.
Lagi-lagi senantiasa tergelitik
dengan pertanyaan teman, hehe.
Kali ini yang ingin ku diskusikan
lebih lanjut adalah tentang pertanyaan teman aku tadi. Agak-agak menarik
pembahasannya. Secara
ngebahas soal cinta. Halah,
emang gak ada habisnya kalo
bahas yang satu ini.
Pertanyaan yang sederhana
memang, namun butuh sesuatu
yang istimewa untuk
menjawabnya. Aku kutip
sedikit pertanyaan Icha.
“cha : kalo d.suruh milih
mending dicintai atau
mencintai ?? (pertanyaan
klasik , tapi saya pun belum
menemukan jawabannya) ”
Kalian tertarik untuk
menjawabnya??? (di
monggokan,hehe)
seperti pada note Icha,
Kujawab: “aku lebih memilih
mencintai”,
mungkin dianggap sedikit
berani (ceileeee …:P). betapa
tidak, karena orang lain lebih
banyak memilih atau menuntut
untuk dicintai. Mungkin orang-
orang tersebut menganggap
dicintai itu “lebih merasa
aman” “lebih merasa dihargai”
“lebih merasa disayang” “lebih
merasa diperhatikan” dan
“lebih-lebih yang lainnya”. Gak
salah, karena memang fitrah
manusia, apalagi kalo
perempuan, biasanya memang
lebih ingin dicintai, disayang
dan diperhatikan (aku kan
perempuan jadi tau banget apa
yang diinginkan hati seorang
perempuan, halah!). dan ini
yang menjadi alasan kenapa
aku lebih memilih untuk
mencintai “karena terlalu
banyak orang yang memilih
dan berharap lebih dicintai.
Nah, kalo gak ada yang
mencintai, apa mungkin ada
yang dicintai ?” alasanku yang
lain adalah hanya dengan
mencintai kita belajar apa itu
ketulusan. Hanya dengan
mencintai kita belajar apa itu
keikhlasan. Hanya dengan
mencintai kita belajar apa itu
memberi.
Dan karena bagiku, mencintai
adalah memberi. Titik segede
bola+stadionna+tempat
parkirna dugi ka pagerna :P.
Kalo mencintai adalah
memberi maka dicintai adalah
diberi (merunut pada kalimat
aktif dan pasif). Dan Bukankah
tangan diatas lebih baik dari
tangan dibawah???
(ungkapannya gak nyambung
kali ya …haha. Tapi kira-kira
begitulah ^.^).
Wajarnya sebagai manusia
adalah ketika kita mencintai,
selalu saja ada harap untuk
dicintai. Wajar. Sekali lagi
wajar. Tapi hal yang perlu
diingat, dicintai adalah efek
dari mencintai. Hanya efek.
Seperti kita menanam
kebaikan maka yang akan kita
dapat adalah kebaikan pula.
Dan hanya Allah yang akan
membalas setiap kebaikan
kita. Dan Allah yang akan
membalas setiap perasaan
cinta kita.
Percayalah, banyak diluar sana
yang membutuhkan cinta dan
kasih sayang kita. Ada anak-
anak jalanan, orang fakir
miskin, anak-anak yatim piatu.
So, masihkah gak memilih
untuk mencintai???
Emm…tapi tadi pembahasan
mencintai dan dicintai di note
Icha ada sedikit
kepembahasan soal jodoh
(wah, kayaknya lebih menarik
lagi, haha).
Kalo soal jodoh aku lebih
memilih sikap apatis dari
memilih mencintai ato
dicintai.
Karena bagiku agak sedikit tak
penting (walaupun kadang hal
itu tak bisa diabaikan oleh
hatiku yang sering berada pada
titik terlemah), apakah jodoh
kita adalah orang yang kita
cintai tapi dia tidak mencintai
kita? Apakah jodoh kita adalah
orang yang tidak kita cintai
tapi dia mencintai kita? Apakah
jodoh kita adalah orang yang
kita cintai dan mencintai kita?
Sekali lagi itu jadi hal yang
sedikit tak penting. Karena
setelah Allah menghalalkan
dia untuk kita, kewajiban kita
adalah mencintai. Senantiasa
belajar mencintai pasangan
hidup kita lalu menjaganya.
Terlepas apakah kita pernah
mencintainya atau tidak
sebelum pernikahan.
Sebelum mengakhiri note ini
ingin ku katakana sesuatu yang
indah (semoga begitu, hehe)
mau kah kutunjukan sesuatu
yang indah???
Mencintailah dalam diam.
biarkan hatimu dan Allah saja
yang tau bagaimana kamu
mencintainya. titipkan saja
segala rasa dan derap hatimu
padaNya. titipkan saja segala
pengharapanmu akannya pada
Allah. cukup ini jadi rahasia
hatimu dan Allah. tak perlu dia
ataupun oranglain tau rahasia
ini. percayalah. jika kamu bisa
melewati ini, semua akan indah
pada waktunya. Sampai kelak
dia halal bagimu, namun jika
Allah mentakdirkan oranglain
sebagai pendamping hidupmu,
percayalah itu yang terbaik
bagimu. Karena Allah lebih tau
mana yang terbaik bagimu.
Serahkan saja semua padaNya.
Dan jika cinta itu tetap dalam
fitrahnya hingga kalian mati,
maka kalian mati syahid.
Insaallah …
waalahualambissawab…
maka mencintailah dengan
cinta yang paling sempurna,
dengan cinta paling istimewa,
dengan cinta paling indah.
Mencintailah karena Allah.
Langganan:
Postingan (Atom)